
Meskipun memiliki wajah yang polos, tapi saat melakukan pertunjukkan ekspresinya seketika berubah. Menjadi center di semua single sejak debutnya, keberadaan Hirate Yurina yang memikat fans dan member dengan perubahan ekspresi yang dia tunjukkan, mungkin siapapun akan mengakui bahwa dialah yang menggebrak dengan sukses Keyakizaka46. Tetapi member termuda yang berusia 15 tahun (14 tahun saat masuk) ini, karena ada “disinilah” dia bisa bersinar.

——–Di acara TV “Keyakizakatte Kakenai?” (nantinya akan disingkat Keyakake) yang bisa dikatakan seperti “rumah” bagi member Keyakizaka46, berkat MV dari Nogizaka46 yang berjudul “Seifuku no Mannequin”, kamu mengatakan dari situ kamu memiliki ketertarikan terhadap idol (#37 Corner “Jibun History”). Apakah kamu ingat bagaimana saat pertama kali melihat MV itu?
Hirate: Pertama kali aku melihatnya adalah di siaran TV pagi hari, aku rasa waktu itu aku melihatnya hanya sebentar saja. Waktu itu yang aku lihat entah berita mengenai perilisan CD atau pemutaran MV pertama kali aku tidak tahu. “Ah, hebat sekali!” pikirku sambil terkejut saat pertama kali melihatnya. Sejak berangkat dari rumah ke sekolah aku sangat penasaran sekali, tapi karena saat itu aku masih SD aku tidak bisa membawa HP ku ke sekolah…. Saat pulang sekolah aku segera mengambil HP dan mencari di internet dan berulang kali melihat MV keseluruhannya. Aku merasa seperti ditarik oleh kekuatan yang sangat kuat lewat ekspresi dan tatapan mata Ikoma (Rina)-san yang menjadi center waktu itu. Dari situlah aku tertarik terhadap Nogizaka46. Aku sangat suka sekali lagunya.
——–Lagu yang paling kamu suka?
Hirate: Mungkin “Ima Hanashitai Dareka ga Iru” (Single ke 13 rilis pada Okt. 2015). Lirik pertama yang berbunyi “hitori de iru no ga ichiban raku datta” rasanya sangat menusuk sekali bagiku…
——–Di lirik akhir bagian reff “Akirameru nara hitori de ii kedo/ Yume o miru nara kimi to issho ga ii/ Hanashitai dare ka ga iru tte shiawase da”.
Hirate: Saat aku di kelas 2 SMP pada musim panas ada audisi Keyakizaka46. Waktu itu aku sedang memikirkan apa yang akan aku lakukan setelah lulus nanti. Aku sangat pemalu, dan juga tidak bisa berbicara dengan orang lain. Tapi kalau aku bisa berbicara pasti aku akan menemukan orang yang bisa bersahabat denganku. Ada juga pikiran untuk menemukan orang itu. Kemudian aku berpikir kalau langkah pertama harus dimulai dari diri sendiri. Karena alasan itulah aku ikut audisi.
——–Kemudian berpikir meninggalkan kampung halaman, Aichi, dan pindah ke Tokyo?
Hirate: Benar. Karena itulah, alasan ingin menjadi idol, atau ingin memberikan semangat kepada orang yang mendukung, bukan menjadi alasan bagiku ikut audisi. Aku ingin merubah sesuatu dalam diriku. Kalau tidak begitu aku tidak akan pernah bisa berubah, itu pikirku.
——–Tahun lalu pada tanggal 21 Agustus adalah pengumuman member yang lulus audisi terakhir. Bagaimana perasaanmu waktu itu?
Hirate: Saat itu aku belum bisa merasa senang. “Aku lulus, bagaimana ini?” itu yang aku rasakan (tesenyum pahit). Aku khawatir apa aku akan bisa melakukannya dengan baik dalam kelompok gadis-gadis. Dan juga aku tidak pernah menyanyi dan menari dengan baik sebelumnya…. “Apa benar-benar tidak apa-apa?”. “Bisakah aku melakukannya disini?”. Aku berulang kali menanyakan hal seperti itu kepada diriku sendiri awalnya.
——–Dengan dimulainya kegiatan grup dan terpilih menjadi center dalam single pertama “Silent Majority”. Saat itu apa yang kamu rasakan?
Hirate: “Apa aku menjadi center benar-benar tidak apa-apa?” hanya kekhawatiran semacam itu yang aku rasakan. Tapi saat melihat lirik dan mendengar lagu demonstrasinya aku sangat terkejut. Saat itu aku berpikir kalau mungkin ini adalah lagu yang sangat imut, tapi ternyata lagu yang sangat keren. Liriknya, semua, terdengar seperti ditujukan untuk diriku. Saat itu aku juga adalah anak yang tidak bisa mengutarakan perasaannya. Dengan membawakan lagu ini, aku berpikir alangkah lebih baik kalau bermacam-macam orang menjadi berani mengambil langkah pertama.
——–Saat pertama kali MV ini ditunjukkan menjadi topik hangat bagi semua orang, dan sudah diputar lebih dari 3 juta kali sebelum perilisannya (Saat ini lebih dari 34 juta kali). Banyak yang merasa tertarik dengan ekspresi dan tatapan mata yang ditunjukkan Hirate-san saat pembukaan MV.
Hirate: Apakah eskpresiku baik-baik saja? Kalau aku melihatnya sekarang, sangat kurang sekali bagiku. Mungkin banyak yang berpikir kalau ada banyak bagian di MV itu aku terlihat sangat menonjol sekali, tapi seandainya aku menari sendirian di Shibuya pada malam hari aku pikir pasti aku tidak akan bisa. Karena semuanya memasang ekspresi yang bagus, dan membentuk barisan yang tersusun rapi, aku bisa berjalan melewati mereka menunjukkan “Moses” (Di bagian awal reff pertama, Hirate berjalan membelah barisan member lain) dengan terlihat keren. Karena itu aku berpikir kalau MV itu adalah hasil kerja keras semuanya.
——– “Apa aku bisa melakukannya disini?” Tadi kamu menyebutkan saat lulus audisi kamu merasa khawatir seperti itu. Saat awal debut, apa kamu jadi berpikir untuk ingin melakukan semua dengan serius dan berpikiran untuk tetap disini?
Hirate: Benar. Memang benar saat menerima lagu itu adalah hal yang sangat besar bagi kami. Kami jadi bisa berbicara satu sama lain untuk membuat karya yang bagus, dan saat melakukan latihan sendiri, terbentuklah ikatan di antara kami. Karena banyak bagian dalam gerakan kami yang menunjukkan keseluruhan member, tidak akan bisa kalau berkurang satu orang pun. Satu orang saja perasaannya goyah akan terlihat berbeda sekali. Lagu yang lain juga sama. Aku rasa mungkin itulah kepribadian dari Keyakizaka46.
——–Di single kedua “Sekai ni wa Ai Shika nai” dan single ketiga “Futari Saison” kamu juga menjadi center. Saat pengumuman senbatsu single ketiga (“Keyakake” #54), komentar dan ekpresi yang kamu tunjukkan sangat kuat sekali. Rasanya seperti kamu sudah berubah.
Hirate: Mungkin karena dua single sebelumnya aku mengatakan kalau aku khawatir. Kali ini sebenarnya aku juga merasa khawatir, tapi aku merasa entah bagaimana kalau aku mengatakan hal semacam itu lagi. Karena kali ini banyak member yang pertama kali menempati posisi berdiri di depan (baris pertama), kalau aku mengatakan khawatir atau takut, aku pikir akan menambah kekhawatiran mereka nantinya.
——–Kalau perasaan yang kamu rasakan sendiri rasanya khawatir. Tapi saat memikirkan member lain dan memikirkan grup, kata-kata lain yang keluar.
Hirate: Benar, kali ini seperti itu. Awalnya, aku adalah member termuda di antara yang lain, jadi tidak ada pikiran sama sekali untuk memimpin grup. Tapi sekarang, sejak aku dipilih menjadi center, aku berpikir akan lebih baik apabila ada orang yang berpikiran untuk lebih mengenal luaskan Keyakizaka46 atau memimpin grup ini…. Kalau mengatakan perasaanku yang sebenarnya, tiap single pressure-nya semakin kuat. Aku berpikir kalau apakah akan ada banyak orang yang akan mendengarkan lagu kami. “Hirate lagi, ya…” Apa mungkin ada orang yang mulai bosan seperti itu.
——–Kamu memikirkan hal semacam itu, ya.
Hirate: Aku hanya memikirkan hal semacam itu (lol). Sampai sebelum ini aku tidak pintar untuk bermanja-manja, tapi sekarang aku jadi bisa mengungkapkan keluhanku kepada member yang lain. Dalam diriku aku selalu menetapkan untuk lebih memahami lirik lebih dari siapapun, dan kemudian mengespresikannya melalui nyanyian, gerakan, atau eskpresi wajah. Sisanya tinggal saling mengingatkan satu sama lain kalau ada hal yang disadari. “Mungkin lebih baik seperti ini”. Kami mulai bisa membicarakan hal semacam itu satu sama lain. Member itu berbeda dengan teman, mereka adalah rekan yang sama-sama berjuang untuk mencapai tujuan yang sama, dan tidak tergantikan.
——–Mendengar pembicaraan sampai saat ini, rasanya jadi tidak sabar untuk menantikan pertunjukan One Man Live di Ariake Colosseum tanggal 24 dan 25 Desember nanti, ya.
Hirate: Aku rasa image Keyakizaka46 itu sangat keren, karena itu aku ingin membuat pertunjukkan ini sangat keren. Di “Silent Majority”, “Sekai ni wa Ai Shika nai”, dan “Futari Saison” ada bagian bebas untuk melakukan gerakan dance. “Di bagian itu kalian bisa menari sesuai dengan apa yang kalian rasakan saat itu, kok” kata TAKAHIRO sensei yang memberikan koreografi kepada kami. Sebelum ini, karena aku merasa khawatir kalau tidak memutuskan akan menari seperti apa sebelumnya, aku selalu mencatat di memo hari ini apa yang terjadi dan perasan seperti apa yang aku rasakan. Kemudian aku akan membuka kembali catatanku dan berusaha untuk menari dengan mengingat bagaimana perasaan yang aku rasakan saat itu. Tapi hal yang aku pikirkan di hari sebelumnya akan hilang saat aku berdiri di atas panggung. Akhir-akhir ini aku merasa kalau akan lebih mudah kalau menari dengan perasaan yang aku rasakan saat itu. Dan juga hal yang aku rasakan saat itu hanya bisa diekspresikan saat itu juga.
——–Saat itu pasti kamu akan memasukkan perasaan kalau kamu sekarang ada disini, dan kamu bahagia kamu bisa berdiri disini bersama rekan seperti mereka, bukan begitu?
Hirate: Benar. “Aku sangat suka semuanya”. “Kalau tidak ada mereka aku tidak bisa apa-apa”. Aku tidak bisa mengungkapkan hal seperti itu kepada yang lain. Aku malu kalau mengungkapkannya dalam kata-kata. “Berkat Keyakizaka46, aku menemukan tempat dimana seharusnya aku berada” perasaan terima kasih seperti itu terhadap member, staff, dan semua yang mendukungku, akan lebih baik kalau aku bisa mengungkapkannya melalu penampilan yang aku tunjukkan.